Semarak Perayaan Kemerdekaan Indonesia Ke – 76 Di Pesantren

Pidato Pimpinan Pondok Modern Mathlaul Hidayah Darussalam di Acara 17 Agustus 1945 di tahun 2021

Assalamu’ailaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang kami hormati, Pendiri Pondok Modern Mathlaul Hidayah Darussalam
Yang kami hormati, Bapak/Ibu Guru Pondok Modern Mathlaul Hidayah Darussalam
dan para santri santri (Pondok) yang saya sayangi dan saya banggakan.

Merdeka Merdeka Merdeka!
Saudara-saudari se Bangsa dan se tanah air

Ustadz Ustdzah ,Guru-guru, santri-santri,
Saksikanlah

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha KuasaPada hari ini , kita bisa berkumpul di pondok kita tercinta dan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-76. Hari dimana kita bercermin memandang sejarah dan mengapresiasi perjalanan panjang para pejuang yang telah membawa kita kepada keadaan sekarang. Sebuah momen sejarah bangsa Indonesia dalam menggapai cita citanya,Tepat 75 tahun yang lalu, lagu kebangsaan menggetarkan pengibaran bendera pusaka di langit biru Ibu pertiwi, sebagai penanda lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kita ketahui bersama selama beberapa dekade sebelum tahun 1945, rakyat Indonesia telah berjuang untuk kebebasan negeri kita selama ratusan tahun. Berapa jiwa melayang demi sebuah asa; Merdeka. Merdeka atau mati berkumandang serentak di penjuru negeri. Orang tua, pemuda, anak-anak pun bermufakat atas kemerdekaan bangsa dan tanah air dari cengkeraman para penjajah. Bahwa penjajahan di atas muka bumi adalah sebuah tindakan tak terpuji dan tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Jadi saudara-saudariku…

Bangsa kita sudah bebas dari penjajahan. Dahulu hingga saat ini, bahkan sampai kapan pun terbebas dari penjajahan. Dari penjajahan bangsa lain, dari penjajahan apa pun. Termasuk penjajahan terhadap jiwa kita dari kebodohan. Karena diri pribadi kita, jiwa kita yang harus pertama kali bebas merdeka. Kita harus tetap bangkit tegak berdiri. Cita-cita kita tetap harus senantiasa berkibar. Seperti halnya bendera merah putih yang berkibar saat ini.

Ingatlah wahai saudara-saudariku…

Penjajah tidaklah musnah. Hingga saat yang dinanti akan tiba. Maka sepatutnya kita tetap bersiap diri. Bertaruh nyawa bilamana perlu. Berjuang dan memperjuangkan. Di atas kita hanya langit, di bawah kita hanya bumi. Ada Allah yang akan menolong kita. Allah Akbar.

Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam adalah tidak hanya sebagai lembaga dimana kita menuntut ilmu. Namun juga sebagai benteng pertahanan Republik Indonesia. Sejarah telah mencatat, bagaimana para founding fathers di negeri ini bermula dari pondok pesantren. Para kiai dan santri-santri mempertahankan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan. Menggali lebih dalam keilmuan dan nilai-nilai perjuangan. Menggapai kebahagiaan tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat. Bahkan mati pun dapat menjadi kenikmatan. Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja. Allah Akbar. Merdeka.

Saudara-saudariku…

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah SWT merahmati kita.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Lainnya

Berita Lainnya

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x